Minggu, 09 April 2017

Assalamualaikum
kali ini aku bakal posting cerpen. sebernarnya udah lama banget sih aku bikin cerpen ini
cuma bisa ngepost sekarang
semoga suka :)


cekidoootttttttttt bekicoottttt :D


Dia atau.... Diaaa??

Aku seorang gadis remaja yang sering dipanggil rara. Kini aku sedang melanjutkan study ku disekolah yang cukup terkenal didaerahku.Aku memang seorang wanita yang sering diidamkan oleh para remaja se-usia ku dikampung. Aku tak tau mengapa mereka begitu mengejarku. Tiap kutanya alasan ke mereka, selalu menjawab bahwa aku seseorang yang special. Pernah tetanggaku berbisik kepadaku, alasan mereka menyukaiku karena aku adalah seseorang yang pandai menjaga diri dan anak rumahan. “Hahaha...” ketawaku dalam hati. Apa benar yang uwak katakan..?? Tanyaku kembali. Beliau hanya tersenyum indah dengan wajah merona yang memancarkan senyum indahnya padaku.
Aku tak mengerti akan semua masalah cinta ini. Besok usia ku bertambah 1 tahun. Beberapa tangga lagi aku akan menapaki tangga ke remajaan. Ku rasa ini begitu cepat . aku belum bisa untuk menghadapi indah pahitnya kehidupan dimasa akan datang. Termasuk cinta.
Waktu terus berdetak, mengiringi musik yang mengalun indah tiap detiknya. Pagi terus berganti dengan gelapnya malam, hingga sang mentari kembali menyambut sang pencerahnya kehidupan. Hujan terus menyelimuti bumi menjatuhkan butir indahnya. Sang pelangi pun kembali menyambut hariku. Pagi ini aku kembali menapaki sang tapak sepatu ke lantai sekolah ku.  Aku terus berjalan dijalan yang penuh debu . Teng tengggg.... bel sekolah telah berbunyi pertanda waktu sekolah mulai, aku mempercepat langkahku untuk masuk ke kelas. Pelajaran pertama dimulai, aku sangat psuing melihat angka-angka matematika yang dipenuhi akar-akar tak jelas. Kurasa akar sang pepohonan di bawah tanah saja tak serumit akar matematika. Fiuuhhhhhhhh, hmmmm hufftttt....... pagi-pagi udah bikin ngantuk.. “Kenapa ra???” Tanya ulfi,teman sebangku ku . “Gapapa kok, bosen aja nih. J
Jam terus berjalan, meninggalkan pelajaran-pelajaran yang membosankan itu.. treeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeenngggggg... tibalah jam pulang. Aku sangat senang, segara ku rangkul tas pink ku. Setengah perjalanan pulang aku disapa oleh seseorang yang tak asing lagi bagiku,ya namanya Rifki. Dengan kereta merahnya Ia mengajakku pulang, tapi aku menolaknya. Aku tak terbiasa diboncengi oleh lelaki yang bukan abangku atau ayahku. “Tidak apa terimakasih, duluan saja, aku jalan kaki saja. :)..” tolakku. “Oh, yasudah kalau gak mau, aku duluan yaa.. hati-hati yang lagi jalan, jaga hatinya juga yaa..hehe” balasnya.
Aku tak mengerti apa yang diucapkannya tadi,kurasa itu hanya candaan semata. Aku tenggelam dalam lamunan. Titttttttttt.. suara klekson kereta itu mengejutkan ku dari lamunan itu. Lagi-lagi Rio menjahiliku. “Ah kau tak ada bosannya mengerjaiku” marahku dengan wajah yang kesal. “Kenapa kamu ra?, kok melamun ditengah jalan. Capek ya, yuk pulang bareng.” Ajaknya. Iihh, gak gak mau aku pulang sama kamu, udah pergi sana..
Seketika rio pun pergi meninggalkan asap hitam motornya itu didekatku. Uhuuukk,aku terbatuk, aku tak terbiasanya menghirup asap kendaraan.
“Huuuuuuuuuffffttt.. capek juga yaaa... L” ungkapku dengan nada yang agak sedikit rendah. Andaikan tadi aku nebeng sama Rifki, pasti sekarang udah sampe..
Loh kok jadi ngelandur gini yaaa.. aarrggghhh
Aku terus melanjutkan perjalanan pulang. Setiba dirumah aku langsung masuk ke kamar,menyimpan semua peralatan sekolahku. Perjalanan pulang begitu melelahkan membuatku ingin meraih ice setinggi gunung es yang ada dikutub. Matahari membakarku hari ini, cuaca sangat panas. Aku beranjak ke dapur mengambil secangkir air ice. Sryuuuppppppppp.... ademm, rasanya musin panas telah berganti ke musim dingin. Aku melahap menghabiskan air itu. “Andaikan negeriku ini turun salju, pasti cuacanya gak senapas ini” anganku
Aku kembali ke kamar, mengambil wudhu. “Uuuhhhh segarnyaaa..”pungkasku. butiran air itu terus membasahi organ tubuhku tak semua, hanya yang wajib dan sunat pada wudhu saja. Aku merasakan ketenagan yang begitu mendalam. Butiran itu telah menyejukkan jiwaku. Aku mengambil mukenah dilemari sangkutan. Ku bentangkan sajadah panajngku dilantai keramik putih itu. Kupakaikan mukenah pink itu. Sungguh kumerasakan kenyamanan.
“Assalamu’alaikum warahmatullah, assalamualaikum warahmatullah..”J, kembali ku angkat tangan untuk sejenak berdoa kepada Allah.. aku melepaskan mukenaku itu.
Kantuk kini telah merayu mata, seakan-akan aku akan dibawa ke alam mimpi. Dengan mataku yang lelah,kini kantuk telah berhasil memperdayaiku.seketika kamarku menjadi gelap tak nampak apa-apa.

****

Ttililing ting trililing tingg...
Aku dikejutkan oleh suara handphone ku.
” Aahhh,baru saja aku tertidur. Siapa yang mengganggu tidurku hari ini..” wajahku kesal dengan mata sedikit terbuka.
Trililing ting trililing ting...
Benar-benar mengganggu aku saja hp nih. Hoooaaaaaaaaaaaaaammmmmmmmm,masih ngantuk. L
“hp ku mana ya.??”, aku mencari hp ku.
Kulihat pesan itu ternyata dari Raka. Sejenak aku teringat akan masa laluku. Raka adalah seorang yang pernah mengecewakanku di masa dulu. Dia mengecewakanku dengan pilihan hatinya. Saat itu aku merasa sangat terpukul. Aku ditinggal olehnya, setelah ia berhasil merebut hatiku. Hatiku terasa hancur seperti dicabik-cabik oleh harimau buas,otak ku meleleh karena tak sanggup menampung kejadian itu. Aku sangat terpukul, sangat terpukul. Aku tersakiti untuk pertama kalinya. Dua tahun ku menunggunya dengan setia,tapi dia menyia-nyiakan kesetiaan aku itu. Dia pergi dengan wanita yang lain yang lebih cantik dari pada aku, yang bisa keluar kemana yang dia mau. Terlalu sakit masa itu. Bahkan pertemanan di media sosial saja dia memblokirnya. Berjumpa pun dia buang muka. Aku sangat tersakiti.
“Ahhh.... untuk apa kupikirkannya lagi” sesalku. Dulu dia pergi namun sekarang telah datang kembali. Tak apa, aku terima kedatangannya kembali di kehidupan ku. Tapi tak lebih dari seorang teman, teman yang pernah menyakitiku.
Ku buka pesan darinya...
“ Ra, aku minta maaf yaaa , soal yang dulu . aku pernah menyakitimu, pernah menyia-nyiakanmu. Kini aku sadar tak pernah ada orang yang sebaik kamu di kehidupanku, aku rindu masa dimana kita baikan. Maafin aku ya rara J
Setetes air jatuh ke hp ku, air mata kini menghiasai wajah kantukku.
‘Kamu terlambat menyadarinya, aku tak akan pernah kembali ke masa dulu, aku sudah sangat tersakiti.ku harap kamu mengerti”. kata-kata itu hanya mampu kuucapkan dalam hati.
Ku tarik nafas panjangku, kuharap apa yang terajadi di masa lampau semuanya kan terlupakan.
Sejenak ku terbayang akan wajah Rifki. Dia yang selalu baik padaku, dia yang selalu ada disaat yang lain menghilang. Dia juga yang sering membuat pelangi indah dihari ku. Dia segalanya. Tiba-tiba senyum indah itu kembali menghiasi bibir mungilku.
Tringggg....
Hp ku kembali memutarkan musik nada standar nya..
One message from Rifki.
Segera ku membuka pesannya.

“Rara,aku suka sama kamu. Padahal tadi waktu aku ajak pulang bareng aku ingin bilang kalau aku suka sama kamu.”

Haaaaaaaaaaaaaa ??? Betapa terkejutnya aku, aku tak pernah mengira akan hal ini. Memang ku menyukainya, tapi tak lebih dari seorang teman. Aku menyukai kepintarannya. Kenapa sekarang jadi gini yaa??”. Suasana tercengang menghiasai sore ku juga kamar indahku itu.
Aku heran, ku rasa ini hanya mimpi. Ku cubit tanganku. Aauuuu. Ini bukan mimpii..sunggu bukan mimpi. Ya tuhan apa yang harus kulakukan. Aku jadi salah tingkah.
“Kamu suka aku?? Kok bisa??”. Tanyaku penasaran dalam pesan singkat itu.
“Iyaa, beneran loh. Kalau kamu gak percaya aku bisa nembak kamu langsung. Sekarang kamu lagi sibuk gak? kita jumpa mau???” ajaknya.
“Aku ga bisa sama kamu, aku ga bisa ngejalani hari-hariku terikat dengan kamu. Lagian sahabatku ada yang suka sama kamu. Coba kamu fikir, apa mungkin aku menghianati mereka?? Mereka yang selalu ada buat aku disaat kalian gk ada. Kurasa sangat mustahil untuk menghianati sahabatku. Aku sayang mereka.” Jelasku
“Itulah sifat yang aku suka dari kamu, selalu baik terhadap semua orang,terutama sahabat-sahabat kamu. Tapi kamu jangan menghianati diri kamu sendiri. Kamu juga harus peduli sama diri kamu. Kamu gak bisa terus-an gini.aku tau, mungkin mereka menyukaiku. Tapi ku yakin mereka tak akan pernah bisa jadi seperti kamu . your best of the best of my eyes.” balasnya
Ok lah. Aku terima kamu jadi pacar aku. Tapi aku tidak ingin semua orang tahu. Terutama mereka. Akhirnya aku punya hubungan special sama rifki. Ya tepat pada tanggal 02-06-2012.
Satu sisi aku bahagia karena bisa bersama nya. Disisi lain aku tak tega, aku teringat akan sahabat-sahabat ku. Mungkin aku sahabat yang paling jahat sedunia. Fikiran itu terus muncul difikiranku.
Hari-hari kujalani dengan fikiran tak jelas yang terlintas dibenakku,hari-hari semakin suram setelah menjalani hubungan dengan Rifki. Tak heran kalau aku sering tak membalas sms nya, apalagi mengangkat telfonnya. Aku bosan dengan hubungan ini. Aku hanya fokus pada ibadah puasa ku.
Hingga suatu hari, aku tak tau mengapa dia mengatakan itu padaku, saat rumput hijau itu masih bergoyang, burung-burung yang sedang mengepakkan sayapnya,dan langit biru itu di penuhi oleh awan awan putih.
“Kamu mau lanjut atau temenan aja??” tanya nya.
Kurasa itu pertanyaan yang sangat sulit untuk menjawabnya.
Aku harus jawab apa?.aku bingung. Emosiku melunjak hebat.
“Yasudah kita temenan aja.” Balasku singkat.
Dia mengakhiri hubungan ini dengan mudah. Dia tak memperdulikan betapa hatiku hancur untuk kedua kalinya. Aku harus sabar melepaskannya pergi.
Aku selalu berusaha agar hubungan itu akan berlanjut namun selalu sia-sia. Hingga ia mendapatkan seseorang yang lebih berharga dari pada aku. Nama nya Ria. Mereka satu sekolahann. Sering bermesraan, berduaan. Argh terlalu pahit dibayangkan, melebihi pahitnya cairan empedu.

****

“Allahuakbar allahuakbar allahuakbar laa ilahaillallahuwallahuakbar
Allahu akbar walillahilhamd.” Gema takbir terus menghiasi malam sunyi ini,sejuk rasanya, setiap kampung disisi dengan bacaan takbir. Suara mercon dan kembang api terus menghiasi gelapnya malam. Anak-anak mulai bersuka ria. Tak sedikit anak yang berada didepan rumah ku. Mereka menunggu sesuatu yang special. Kampungku memang mempunyai adat tersendiri untuk menyambut lebaran idul fitri. Meugrop, ya meugrop yang selalu ku nantikan, tak hanya anak-anak tapi tua muda.
Jam menunjukkan pukul 12:00. Meugrop pun dimulai.
Aku tak menyangka mereka, ya rifki dan raka duduk di depanku. Hingga acara selesai.

Kuk kuuek ukkkk....
Ayam berkokok pertanda sang pagi nan fitrah telah menyambut kehidupan bumi. Para muslimin dengan bergaun seba putih pun memenuhi masjid. Shalat eid un di mulai hingga akhir rakaat. Saat khutbah aku menatap kedua lelaki yang pernah aku cintai dulu. Cinta itu kembali tumbuh dibenakku. Aku tak tau apakah aku kembali mencintai kedua insan itu???.
Orang-orang sedang bersalaman dimesjid,sedangkan aku memilih untuk pulang. Kuangkatkan langkah demi langkah.
Tiiiiiittt tiiittttt
“Astaghfirullah, bikin aku kaget saja ah kamu ini.” Aku terus berjalan.
“Salam lebaran dulu lah.” ajaknya
Haaaaaaaaaaa???? Aku kaget..
Jantungku berdegup kencang. Ku ulurkan tanganku,kusimpulkan senyuman manisku padanya. Cinta itu kembali datang jauh lebih baik dari yang dulu.. cinta itu datang saat aku juga mencintai raka. Ku rasa ini sangat tidak tepat.
Perlahan cinta aku pada raka memudar begitu saja. Aku kembali dekat dengan rifki mantan pacarku. Dekat dalam artian tidak pacaran, kami menjalankan hubungan tanpa status.
Disisi lain Raka sangat mencintaiku, mengharapkan kehadiranku disisi nya. Kisah cinta segitiga telah tercipta. Aku mencintai rifki, dan raka mencintaiku. Sebenarnya siapa yang salah? Apakah cinta?? Ataauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu............... ah aku tak mengerti

****

Sesampai dirumah aku menuliskan rangkaian kata sang hati melalui tinta biru itu. Tinta itu perlahan melukis lembaran putih itu.
Dear diary :
Terkadang cinta membuatku bingung,terkadang cinta juga membuatku tertawa bahagia. Sebenarnya apa itu cinta?? Kenapa ada cinta segitiga??.
Ketika aku mencintai dia dengan sepenuh hatiku dan ketika dia pergi ke belahan hati yang lain. Apa yang kurasakan??, kebencian??, oh tentu saja tidak. Sakit..??,ya aku merasakan kesakitan yang amat dalam,bahkan melebihi sakit ditusuk jarum infus berkali-kali.
Namun rasa sakit itu hilang seketika ketika seseorang datang dalam kehidupan baruku. Dia telah mengubah hidupku, membangkitkan aku dari keterpurukan. Siapa dia?? Dia itu Rifki, abang leting yang baik dan penyayang. Dia juga pernah menyakitiku, sama seperti raka . tapi aku tak bisa membencinya.
Kini aku dihadapkan oleh dua pilihan yang sangat berat. Dia atauuu diaa???
Aku tak tahu harus pilih siapa..

****

Aku lelah dengan kisah cinta ini, lelah dengan segitiga berliku. Lelah juga dengan sikap lelaki yang pernah mendekatiku. Apa mau mereka,aku tak tau. Sungguh tak tau. Sebenarnya siapakah yang pantas kujadikan seseorang pengisi hatiku ini???’tanyanya ku dalam benak. Apa diaa?? Ataauuuuuu Diaa yang selalu ada disetiap mimpi indahku..!!. Ah, lagi-lagi pertanyaan konyol itu yang timbul..
Terlalu banyak kenangan yang telah tercipta. Terlalu indah rangkaian nada yang telah ku susun dengannya. Kini aku harus memilih??
Tapi siapa yang harus kupilih?, mereka berdua selalu memaksaku untuk memilih. Aku tak ingin merusak persahabatan mereka. Sungguh tak ingin. Cukup aku yang tersakiti.
Apakah aku salah?? Apakah aku biang dari semua permasalahan?? Jika ia aku akan pergi . pergi meninggalkan kalian. Aku tak apa hidup seorang diri. Akan aku lepaskan kisah cinta berliku ini... kini akan kubuang semua pertanyaan bodoh itu.. Dia atau.. Diaa????

The end


Ruang tamu, Banda Aceh
Jum’at/13-Maret-2015

2 komentar:

Titik Jenuh

Tidak pernah tau akhir dari kisah layar ini terlalu terombang ambing untuk menuju proses pendewasaan terlalu abu untuk laut yang butuh biru ...