kali ini aku bakal posting cerpen. sebernarnya udah lama banget sih aku bikin cerpen ini
cuma bisa ngepost sekarang
semoga suka :)
cekidoootttttttttt bekicoottttt :D
Dia atau.... Diaaa??
Aku
seorang gadis remaja yang sering dipanggil rara. Kini aku sedang melanjutkan
study ku disekolah yang cukup terkenal didaerahku.Aku memang seorang wanita
yang sering diidamkan oleh para remaja se-usia ku dikampung. Aku tak tau
mengapa mereka begitu mengejarku. Tiap kutanya alasan ke mereka, selalu
menjawab bahwa aku seseorang yang special. Pernah tetanggaku berbisik kepadaku,
alasan mereka menyukaiku karena aku adalah seseorang yang pandai menjaga diri dan
anak rumahan. “Hahaha...” ketawaku dalam hati. Apa benar yang uwak katakan..??
Tanyaku kembali. Beliau hanya tersenyum indah dengan wajah merona yang
memancarkan senyum indahnya padaku.
Aku
tak mengerti akan semua masalah cinta ini. Besok usia ku bertambah 1 tahun.
Beberapa tangga lagi aku akan menapaki tangga ke remajaan. Ku rasa ini begitu
cepat . aku belum bisa untuk menghadapi indah pahitnya kehidupan dimasa akan
datang. Termasuk cinta.
Waktu
terus berdetak, mengiringi musik yang mengalun indah tiap detiknya. Pagi terus
berganti dengan gelapnya malam, hingga sang mentari kembali menyambut sang
pencerahnya kehidupan. Hujan terus menyelimuti bumi menjatuhkan butir indahnya.
Sang pelangi pun kembali menyambut hariku. Pagi ini aku kembali menapaki sang
tapak sepatu ke lantai sekolah ku. Aku
terus berjalan dijalan yang penuh debu . Teng tengggg.... bel sekolah telah
berbunyi pertanda waktu sekolah mulai, aku mempercepat langkahku untuk masuk ke
kelas. Pelajaran pertama dimulai, aku sangat psuing melihat angka-angka
matematika yang dipenuhi akar-akar tak jelas. Kurasa akar sang pepohonan di
bawah tanah saja tak serumit akar matematika. Fiuuhhhhhhhh, hmmmm
hufftttt....... pagi-pagi udah bikin ngantuk.. “Kenapa ra???” Tanya ulfi,teman
sebangku ku . “Gapapa kok, bosen aja nih. J”
Jam
terus berjalan, meninggalkan pelajaran-pelajaran yang membosankan itu..
treeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeenngggggg... tibalah jam pulang. Aku sangat
senang, segara ku rangkul tas pink ku. Setengah perjalanan pulang aku disapa
oleh seseorang yang tak asing lagi bagiku,ya namanya Rifki. Dengan kereta
merahnya Ia mengajakku pulang, tapi aku menolaknya. Aku tak terbiasa diboncengi
oleh lelaki yang bukan abangku atau ayahku. “Tidak apa terimakasih, duluan
saja, aku jalan kaki saja. :)..” tolakku. “Oh, yasudah kalau gak mau, aku
duluan yaa.. hati-hati yang lagi jalan, jaga hatinya juga yaa..hehe” balasnya.
Aku
tak mengerti apa yang diucapkannya tadi,kurasa itu hanya candaan semata. Aku
tenggelam dalam lamunan. Titttttttttt.. suara klekson kereta itu mengejutkan ku
dari lamunan itu. Lagi-lagi Rio menjahiliku. “Ah kau tak ada bosannya
mengerjaiku” marahku dengan wajah yang kesal. “Kenapa kamu ra?, kok melamun
ditengah jalan. Capek ya, yuk pulang bareng.” Ajaknya. Iihh, gak gak mau aku
pulang sama kamu, udah pergi sana..
Seketika
rio pun pergi meninggalkan asap hitam motornya itu didekatku. Uhuuukk,aku
terbatuk, aku tak terbiasanya menghirup asap kendaraan.
“Huuuuuuuuuffffttt..
capek juga yaaa... L” ungkapku dengan nada yang agak sedikit rendah. Andaikan tadi aku
nebeng sama Rifki, pasti sekarang udah sampe..
Loh
kok jadi ngelandur gini yaaa.. aarrggghhh
Aku
terus melanjutkan perjalanan pulang. Setiba dirumah aku langsung masuk ke
kamar,menyimpan semua peralatan sekolahku. Perjalanan pulang begitu melelahkan
membuatku ingin meraih ice setinggi gunung es yang ada dikutub. Matahari
membakarku hari ini, cuaca sangat panas. Aku beranjak ke dapur mengambil
secangkir air ice. Sryuuuppppppppp.... ademm, rasanya musin panas telah
berganti ke musim dingin. Aku melahap menghabiskan air itu. “Andaikan negeriku
ini turun salju, pasti cuacanya gak senapas ini” anganku
Aku
kembali ke kamar, mengambil wudhu. “Uuuhhhh segarnyaaa..”pungkasku. butiran air
itu terus membasahi organ tubuhku tak semua, hanya yang wajib dan sunat pada
wudhu saja. Aku merasakan ketenagan yang begitu mendalam. Butiran itu telah
menyejukkan jiwaku. Aku mengambil mukenah dilemari sangkutan. Ku bentangkan
sajadah panajngku dilantai keramik putih itu. Kupakaikan mukenah pink itu.
Sungguh kumerasakan kenyamanan.
“Assalamu’alaikum
warahmatullah, assalamualaikum warahmatullah..”J, kembali ku angkat tangan untuk sejenak berdoa kepada Allah.. aku
melepaskan mukenaku itu.
Kantuk
kini telah merayu mata, seakan-akan aku akan dibawa ke alam mimpi. Dengan
mataku yang lelah,kini kantuk telah berhasil memperdayaiku.seketika kamarku
menjadi gelap tak nampak apa-apa.
****
Ttililing
ting trililing tingg...
Aku
dikejutkan oleh suara handphone ku.
”
Aahhh,baru saja aku tertidur. Siapa yang mengganggu tidurku hari ini..” wajahku
kesal dengan mata sedikit terbuka.
Trililing
ting trililing ting...
Benar-benar
mengganggu aku saja hp nih. Hoooaaaaaaaaaaaaaammmmmmmmm,masih ngantuk. L
“hp
ku mana ya.??”, aku mencari hp ku.
Kulihat
pesan itu ternyata dari Raka. Sejenak aku teringat akan masa laluku. Raka
adalah seorang yang pernah mengecewakanku di masa dulu. Dia mengecewakanku
dengan pilihan hatinya. Saat itu aku merasa sangat terpukul. Aku ditinggal
olehnya, setelah ia berhasil merebut hatiku. Hatiku terasa hancur seperti
dicabik-cabik oleh harimau buas,otak ku meleleh karena tak sanggup menampung
kejadian itu. Aku sangat terpukul, sangat terpukul. Aku tersakiti untuk pertama
kalinya. Dua tahun ku menunggunya dengan setia,tapi dia menyia-nyiakan
kesetiaan aku itu. Dia pergi dengan wanita yang lain yang lebih cantik dari
pada aku, yang bisa keluar kemana yang dia mau. Terlalu sakit masa itu. Bahkan
pertemanan di media sosial saja dia memblokirnya. Berjumpa pun dia buang muka. Aku
sangat tersakiti.
“Ahhh....
untuk apa kupikirkannya lagi” sesalku. Dulu dia pergi namun sekarang telah
datang kembali. Tak apa, aku terima kedatangannya kembali di kehidupan ku. Tapi
tak lebih dari seorang teman, teman yang pernah menyakitiku.
Ku
buka pesan darinya...
“
Ra, aku minta maaf yaaa , soal yang dulu . aku pernah menyakitimu, pernah
menyia-nyiakanmu. Kini aku sadar tak pernah ada orang yang sebaik kamu di
kehidupanku, aku rindu masa dimana kita baikan. Maafin aku ya rara J”
Setetes
air jatuh ke hp ku, air mata kini menghiasai wajah kantukku.
‘Kamu
terlambat menyadarinya, aku tak akan pernah kembali ke masa dulu, aku sudah
sangat tersakiti.ku harap kamu mengerti”. kata-kata itu hanya mampu kuucapkan
dalam hati.
Ku
tarik nafas panjangku, kuharap apa yang terajadi di masa lampau semuanya kan
terlupakan.
Sejenak
ku terbayang akan wajah Rifki. Dia yang selalu baik padaku, dia yang selalu ada
disaat yang lain menghilang. Dia juga yang sering membuat pelangi indah dihari
ku. Dia segalanya. Tiba-tiba senyum indah itu kembali menghiasi bibir mungilku.
Tringggg....
Hp
ku kembali memutarkan musik nada standar nya..
One
message from Rifki.
Segera
ku membuka pesannya.
“Rara,aku
suka sama kamu. Padahal tadi waktu aku ajak pulang bareng aku ingin bilang
kalau aku suka sama kamu.”
Haaaaaaaaaaaaaa
??? Betapa terkejutnya aku, aku tak pernah mengira akan hal ini. Memang ku
menyukainya, tapi tak lebih dari seorang teman. Aku menyukai kepintarannya.
Kenapa sekarang jadi gini yaa??”. Suasana tercengang menghiasai sore ku juga
kamar indahku itu.
Aku
heran, ku rasa ini hanya mimpi. Ku cubit tanganku. Aauuuu. Ini bukan
mimpii..sunggu bukan mimpi. Ya tuhan apa yang harus kulakukan. Aku jadi salah
tingkah.
“Kamu
suka aku?? Kok bisa??”. Tanyaku penasaran dalam pesan singkat itu.
“Iyaa,
beneran loh. Kalau kamu gak percaya aku bisa nembak kamu langsung. Sekarang
kamu lagi sibuk gak? kita jumpa mau???” ajaknya.
“Aku
ga bisa sama kamu, aku ga bisa ngejalani hari-hariku terikat dengan kamu.
Lagian sahabatku ada yang suka sama kamu. Coba kamu fikir, apa mungkin aku
menghianati mereka?? Mereka yang selalu ada buat aku disaat kalian gk ada.
Kurasa sangat mustahil untuk menghianati sahabatku. Aku sayang mereka.” Jelasku
“Itulah
sifat yang aku suka dari kamu, selalu baik terhadap semua orang,terutama
sahabat-sahabat kamu. Tapi kamu jangan menghianati diri kamu sendiri. Kamu juga
harus peduli sama diri kamu. Kamu gak bisa terus-an gini.aku tau, mungkin
mereka menyukaiku. Tapi ku yakin mereka tak akan pernah bisa jadi seperti kamu
. your best of the best of my eyes.” balasnya
Ok
lah. Aku terima kamu jadi pacar aku. Tapi aku tidak ingin semua orang tahu.
Terutama mereka. Akhirnya aku punya hubungan special sama rifki. Ya tepat pada
tanggal 02-06-2012.
Satu
sisi aku bahagia karena bisa bersama nya. Disisi lain aku tak tega, aku
teringat akan sahabat-sahabat ku. Mungkin aku sahabat yang paling jahat
sedunia. Fikiran itu terus muncul difikiranku.
Hari-hari
kujalani dengan fikiran tak jelas yang terlintas dibenakku,hari-hari semakin
suram setelah menjalani hubungan dengan Rifki. Tak heran kalau aku sering tak
membalas sms nya, apalagi mengangkat telfonnya. Aku bosan dengan hubungan ini.
Aku hanya fokus pada ibadah puasa ku.
Hingga
suatu hari, aku tak tau mengapa dia mengatakan itu padaku, saat rumput hijau
itu masih bergoyang, burung-burung yang sedang mengepakkan sayapnya,dan langit
biru itu di penuhi oleh awan awan putih.
“Kamu
mau lanjut atau temenan aja??” tanya nya.
Kurasa
itu pertanyaan yang sangat sulit untuk menjawabnya.
Aku
harus jawab apa?.aku bingung. Emosiku melunjak hebat.
“Yasudah
kita temenan aja.” Balasku singkat.
Dia
mengakhiri hubungan ini dengan mudah. Dia tak memperdulikan betapa hatiku
hancur untuk kedua kalinya. Aku harus sabar melepaskannya pergi.
Aku
selalu berusaha agar hubungan itu akan berlanjut namun selalu sia-sia. Hingga
ia mendapatkan seseorang yang lebih berharga dari pada aku. Nama nya Ria.
Mereka satu sekolahann. Sering bermesraan, berduaan. Argh terlalu pahit
dibayangkan, melebihi pahitnya cairan empedu.
****
“Allahuakbar
allahuakbar allahuakbar laa ilahaillallahuwallahuakbar
Allahu
akbar walillahilhamd.” Gema takbir terus menghiasi malam sunyi ini,sejuk
rasanya, setiap kampung disisi dengan bacaan takbir. Suara mercon dan kembang
api terus menghiasi gelapnya malam. Anak-anak mulai bersuka ria. Tak sedikit
anak yang berada didepan rumah ku. Mereka menunggu sesuatu yang special.
Kampungku memang mempunyai adat tersendiri untuk menyambut lebaran idul fitri.
Meugrop, ya meugrop yang selalu ku nantikan, tak hanya anak-anak tapi tua muda.
Jam
menunjukkan pukul 12:00. Meugrop pun dimulai.
Aku
tak menyangka mereka, ya rifki dan raka duduk di depanku. Hingga acara selesai.
Kuk
kuuek ukkkk....
Ayam
berkokok pertanda sang pagi nan fitrah telah menyambut kehidupan bumi. Para
muslimin dengan bergaun seba putih pun memenuhi masjid. Shalat eid un di mulai
hingga akhir rakaat. Saat khutbah aku menatap kedua lelaki yang pernah aku
cintai dulu. Cinta itu kembali tumbuh dibenakku. Aku tak tau apakah aku kembali
mencintai kedua insan itu???.
Orang-orang
sedang bersalaman dimesjid,sedangkan aku memilih untuk pulang. Kuangkatkan
langkah demi langkah.
Tiiiiiittt
tiiittttt
“Astaghfirullah,
bikin aku kaget saja ah kamu ini.” Aku terus berjalan.
“Salam
lebaran dulu lah.” ajaknya
Haaaaaaaaaaa????
Aku kaget..
Jantungku
berdegup kencang. Ku ulurkan tanganku,kusimpulkan senyuman manisku padanya.
Cinta itu kembali datang jauh lebih baik dari yang dulu.. cinta itu datang saat
aku juga mencintai raka. Ku rasa ini sangat tidak tepat.
Perlahan
cinta aku pada raka memudar begitu saja. Aku kembali dekat dengan rifki mantan
pacarku. Dekat dalam artian tidak pacaran, kami menjalankan hubungan tanpa
status.
Disisi
lain Raka sangat mencintaiku, mengharapkan kehadiranku disisi nya. Kisah cinta
segitiga telah tercipta. Aku mencintai rifki, dan raka mencintaiku. Sebenarnya
siapa yang salah? Apakah cinta?? Ataauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu............... ah
aku tak mengerti
****
Sesampai
dirumah aku menuliskan rangkaian kata sang hati melalui tinta biru itu. Tinta
itu perlahan melukis lembaran putih itu.
Dear diary :
Terkadang cinta
membuatku bingung,terkadang cinta juga membuatku tertawa bahagia. Sebenarnya
apa itu cinta?? Kenapa ada cinta segitiga??.
Ketika aku mencintai
dia dengan sepenuh hatiku dan ketika dia pergi ke belahan hati yang lain. Apa
yang kurasakan??, kebencian??, oh tentu saja tidak. Sakit..??,ya aku merasakan
kesakitan yang amat dalam,bahkan melebihi sakit ditusuk jarum infus
berkali-kali.
Namun rasa sakit itu
hilang seketika ketika seseorang datang dalam kehidupan baruku. Dia telah
mengubah hidupku, membangkitkan aku dari keterpurukan. Siapa dia?? Dia itu
Rifki, abang leting yang baik dan penyayang. Dia juga pernah menyakitiku, sama
seperti raka . tapi aku tak bisa membencinya.
Kini aku dihadapkan
oleh dua pilihan yang sangat berat. Dia atauuu diaa???
Aku tak tahu harus
pilih siapa..
****
Aku
lelah dengan kisah cinta ini, lelah dengan segitiga berliku. Lelah juga dengan
sikap lelaki yang pernah mendekatiku. Apa mau mereka,aku tak tau. Sungguh tak
tau. Sebenarnya siapakah yang pantas kujadikan seseorang pengisi hatiku
ini???’tanyanya ku dalam benak. Apa diaa?? Ataauuuuuu Diaa yang selalu ada
disetiap mimpi indahku..!!. Ah, lagi-lagi pertanyaan konyol itu yang timbul..
Terlalu
banyak kenangan yang telah tercipta. Terlalu indah rangkaian nada yang telah ku
susun dengannya. Kini aku harus memilih??
Tapi
siapa yang harus kupilih?, mereka berdua selalu memaksaku untuk memilih. Aku
tak ingin merusak persahabatan mereka. Sungguh tak ingin. Cukup aku yang
tersakiti.
Apakah
aku salah?? Apakah aku biang dari semua permasalahan?? Jika ia aku akan pergi .
pergi meninggalkan kalian. Aku tak apa hidup seorang diri. Akan aku lepaskan kisah
cinta berliku ini... kini akan kubuang semua pertanyaan bodoh itu.. Dia atau..
Diaa????
The end
Ruang tamu, Banda Aceh
Jum’at/13-Maret-2015

Wah, kisahnya bagus,, lanjutkan dek..:)
BalasHapusterima kasih kak
BalasHapus