Sepatah
ini
Hari
ini hari yang sangat istimewa untuknya yang paling kucinta. Aku baru selesai
memakai gaun coklat susu kesukaannya ditambah dengan heels emas dari brand
terkenal.
“Liii… ayo berangkat,
apa kamu mau terlambat?”, dhea memecahkan konsentrasiku saat menghadap ke
cermin.
***
Mentari pagi masih menyinari jendela kaca kamarku, pertanda
waktunya bangun tidur dan menata kembali potongan kisah yang sempat tertunda.
Namaku Lia, Rachellia Zafina, gadis 17 tahun dan sedang menempuh pendidikan
menegah atas. Orang tuaku adalah pengusaha sukses di bandung.
Keseharianku hanya sekolah, belajar, les dan sedikit
bermain. Aku punya temen dekat namanya dhea, rumahnya sebelahan dengan rumahku.
Sejak orang tua ku pindah dinas ke bandung dhea selalu menemani hari-hariku. Dia
gadis yang sangat baik dan penyayang. Perihal sekolah, aku selalu dinobatkan
menjadi juara umum, bahkan anak-anak kutu buku sering memintaku untuk mengajari
atau sekedar memberikan motivasi.
Hari-hari disekolah ku semakin berkesan dengan datangnya
seorang pangeran berambut pirang dan bermata coklat yang jatuh dari kayangan
menurutku. Dia Rico, siswa pindahan dari Jakarta, dengarnya sih orang tuanya
sedang mengajar di salah satu PTN di Bandung. Rico duduk tepat di depanku dan
didepannya meja guru.
Menurut pantauanku rico anak yang pintar namun cukup malas
hingga selalu ketiduran di kelas. Teguran guru tak membuatnya berubah. sampai
suatu ketika kepala sekolah memanggilku ke kantornya. Kepala sekolah memintaku
untuk memotivasi belajar nya rico, karena beberapa anak dikelas berhasil aku
gugah hatinya yang super keras bagai batu untuk belajar.
“Kalau kamu berhasil membuat rico belajar, bapak akan sangat
berterima kasih padamu li, rico itu anak sahabat bapak, dia sebenarnya pintar,
namun karena permasalahan keluarga yang ia hadapi membuat rico semakin
menjadi-jadi, tolonglah rico ya lii..” kata pak nas kepala sekolahku dengan
mata berkaca-kaca.
“baiklah pak, akan lia bantu semampu lia” aku menjawab
berharap dapat membantu pak nas dan rico.
***
Sejak kejadian hari itu hubungan aku dan rico semakin dekat.
Setiap harinya rico main kerumahku untuk belajar bareng aku dan dhea.
Hari semakin gelap, langit mulai menaburkan warna jingganya,
rico dan dhea pamitan pulang.
“Makasih makanannya bi” Rico mengambil bungkusan makanan
dari bi inah
“Aku pamit dulu ya li, makasih kamu udah ngajarin aku hari
ini” rico mencubitku
“Kamu kebiasaan deh, ia sama-sama, Yaudah pulang sana
sampein salam untuk mama ya, jangan kesiangan besok ujian nasional loh kita”
Keluargaku dan keluarga rico dekat semenjak rico sering main
kerumah ku. Pernah kala itu keluarga kami liburan bareng ke Maldives.
Malam ini dhea tidur dirumahku, karena orang tuanya lagi
dinas di luar kota. Kamar ku tidak terlalu besar dan hanya dipenuhi dengan rak
buku yang tersusun rapi.
“Li, enak banget ya jadi kamu, pinter, cantik dan disukai
banyak pria, aku pengen deh jadi kaya kamu”
Perkataan dhea membuat buku yang ditanganku jatuh karena
kaget dengan ucapannya, selama enam tahun kami berteman belum pernah dhea
mengucapkan kata-kata itu.
“Apaan sih kamu dhe, aku
biasa aja, kamu belum tidur?” aku berusaha mengalih pembicaraan.
“Ia loh li, aku perhatikan selama setahun ini kaya rico dan
temen-temennya pada suka kamu deh, masa kamu ga ngerasa sih. Itu kaya si dimas
kemarin baru ngasih kamu bunga, bagas malah ngasih surat cinta. kamu itu udah
dewasa li, kamu pasti punya perasaan terhadap salah satu dari mereka, kamu gak
mau jujur sama aku???” dhea mulai serius, keningnya mengerut.
Aku duduk disamping dhea, mengecilkan AC karena terlalu
dingin
Aku tersenyum lebar menatap dhea
“Aku engga ngerasa apa-apa dhe, tapi aku sangat senang jika
rico mengatakan cinta padaku, aku suka rico sejak awal kali bertemu, dia itu
beda sama orang lain, dia itu mampu mengalihkan duniaku”.
“Gila kamu li, hampir dua tahun kamu mendam perasaan, besok
hari terakhir kamu bisa bareng sama rico, kenapa kamu engga jujur aja, apa
karena kamu cewek? gak bisa nyatakan cinta? sanggup kamu ya li” dhea mulai
emosi, langit-langit kamar menjadi merah seketika, suhu ruangan yang tadinya
sedingin kutub kini menjadi panas. bagaimana tidak hal sebesar ini aku tidak
pernah menceritakan sedikitpun pada dhea, padahal dhea selalu curhat masalah
pacarnya padaku.
“Sebenarnyaaaaa eeeee, rico sejak satu tahun yang lalu sudah
mengungkapkan kalau dia suka sama aku, tapi aku ga ingin pacaran, masa
pendekatan lebih indah dari pada saat udah bersama, banyak banget yang bilang
sama aku kalau pacaran itu hanya indah diawal doang bahkan kamu sendiri yang
bilang dhe, aku ga punya keberanian untuk meluahkan segala isi hatiku ke dia,
selama itu kami hanya punya cerita special tanpa ada kata kepastian”. aku
menangis, dhea memelukku.
Malam yang tadinya panas berubah kembali menjadi biru sendu
***
Langit begitu mendung, sepertinya kabar tidak baik akan
segara menghampiriku. Hari ini pengumuman kelulusan di PTN. Ternyata benar
dugaanku, aku nangis sejadi-jadinya karena tidak lulus di PTN yang aku harapkan
dengan jurusan yang aku inginkan. aku mengurung diri dikamar selama 3 hari
sampai membuat kedua orang tuaku khawatir pun dhea. Rico datang kerumahku,
menyemangatiku.
“Lia, tolong buka pintunya, aku tau kamu kecewa, tapi
lihatlah kami lebih kecewa jika kamu bersikap seperti ini, kamu itu pintar,
banyak sekali PTN yang terbuka pintunya untukmu. tolong keluar li, disini ada
aku, bunda ayah, bi inah dan dhea. Tolong dhe..” rico terus mengetuk pintu
kamarku.
Membuka pintu kamar. Bunda memelukku.
“Gak apa li, anak bunda gak boleh sedih, kamu harusnya
senang, kamu itu dapat undangan dari mantan kampus mama di Jakarta. kamu
keterima di fakultas keguruan, bukankah seorang perempuan memang bagusnya
menjadi guru, jadi guru berkah nak, bisa menciptakan berbagai profesi. Anak
Bunda yang cantik ga boleh sedih lagi ya..”
***
Aku, Dhea dan Rico kini berpisah. kami kuliah di kampus yang
berbeda. Rico berhasil Lulus di kampus impiannya di Australia pun dengan dhea,
dimas dan bagas yang kuliah di depok. Cerita kami abadi di buku tahunan SMA.
Sampai detik akan berpisah dengan rico tak sepatah kata cinta yang keluar dari
mulutku, semuanya bungkam, aku melepas rico dengan senyuman bahagia kala itu
karena aku ga ingin lihat rico sedih.
Hari-hari ku di kampus sangat menyenangkan, aku menemukan
pengalaman baru. dikampus biru aku juga dinobarkan sebagai mahasiswa preatasi.
Ternyata benar apa yang bunda bilang, ”bukan
perihal kampus dan jurusan apa yang kamu jalani, tetapi bagaimana cara nya kamu
bisa menjadi yang terbaik pada jurusan yang terpilih dan bisa menjadi roll
model untuk teman-teman kamu”.
Setiap malam rico
selalu menelponku, menanyakan kabarku, bunda dan kuliahku. setiap telfonnya dia
selalu mengucapkan kata I love you, namun aku tak pernah membalasnya, malah aku
selalu bilang pada nya “anak bodoh kuliahnya di Australia, hebat banget ya” dan
rico selalu menjawab hal yang sama “hanya anak bodoh inilah yang mampu
mengejarmu selama ini”. aku tersenyum tersipu malu.
***
Penghujung semester akhir datang, liburan S2 ku semakin
terlihat auranya tanpa ditutupi oleh kabut sedikitpun. Sudah lima bulan lamanya
aku menunggu kabar rico yang tak kunjung datang, aku dengar dari temen kampusku
rico sudah balik ke Indonesia. Mungkin dia sedang sibuk.
Sekarang aku sedang dekat dengan Giring, dia sering banget
membantu pekerjaan kampusku, tapi aku tidak pernah menyukainya. giring anak
basket dengan postur tubuh yang sangat ideal, bahkan cewe-cewe dikampus pada
menyukainya, tapi giring memilihku. Kabar ini sampai hingga telinganya rico,
rico kecewa berat denganku, rico memutuskan semuanya sebelah pihak, tanpa
mendengarkan penjelasanku.
“Jadi ini alasan kamu menolakku li, semoga kita bisa bahagia
dengan jalan hidup masing-masing” pesan terakhir rico sebelum memblokir seluruh
akun ku.
Sejak hari itu aku membenci semua orang, aku benci giring,
aku benci semua teman cowokku. aku menyesal tidak menerima rio padahal aku
begitu mencintainya. sampai detik ini rico bahkan ga tau rasa ini sudah
tersimpan rapi untuknya dan sekarang dia pergi begitu saja.
Hari muram kujalani tanpa kabar rico, kini aku bekerja jadi
dosen di bandung dekat dengan rumah. Perkara rico aku bener-benar kehilangan
kontaknya, bahkan mereka sudah pindah rumah ke bekasi.
***
Triiingggg……………………………………
Bunyi handphone memecahkan lamunanku di tumpukan kertas
putih di atas meja. ternyata ada yang nelfon, aku tidak tau persis itu siapa
karena tidak ada nama
“Hallo, ini siapa?”
“Ini Lia? hai Li, aku Rico, apa kabar kamu?”
Tubuhku seketika bergetar, darah-darah diotak seketika
begitu cepat mengalir keseluruh tubuh, jantungku rasanya sudah copot dan ragaku
rasanya kini sudah kembali, aku terdiam sejenak memastikan ini memang beneran
rico, karena sudah empat tahun lamanya dia hilang tidak tahu dimana.
“Iya ini Lia ric, aku kabar baik, ada apa? tumben nelfon”
saat ini aku tersenyum sangat lebar sekali, bahkan seluruh gigiku kelihatan,
aku dapat melihatnya dibalik jendela.
“Iya nih Li, aku mau menyampaikan kabar baik untuk kamu,
bunda dan keluarga. Minggu ini datang ya ke nikahan aku digedung blok A
Semarang, bilangin ke dhea juga ya, aku ga ada nomernya. Cuma mau nyampein itu
aja sih. udah dulu ya. Assalamualaikum”
Bagaikan lelehan timah diotakku, bagai ditusuk beribu kali
di belakang badanku, seluruh tubuh ku rasanya meleleh, aku jatuh-sejatuh
jatuhnya, cinta yang ku pendam delapan tahun lamanya kandas begitu saja, pria
yang kucintai akan menikahi gadis lain, aku menangis sejadi-jadinya, waktuku ku
habiskan di kamar, siang malam ku ratapi nasib yang menurutku tak beruntung
ini, aku menelfon dhea menangis sejadi-jadinya.
Malam itu juga dhea datang memelukku,menasehatiku agar
jangan bertindak bodoh.
“kamu itu baik li, kamu itu cantik dan pintar, usia yang
sangat muda aja kamu udah jadi dosen, pasti akan banyak lelaki yang lebih baik
dari rico yang akan datang melamarmu, lepaskan rico dengan ikhlas li, lepaskan.
rico memang baik, tapi baiknya rico bukan untukmu. kamu memang menyukainya dan
dia menyukaimu, tapi tidak untuk saat ini li, lihat aku li, lihat aku sekarang,
kamu itu harus lebih tegar, jika kamu memang mencintai rico biarkan dia bahagia
bersama pilihannya, aku yakin kamu kuat dan memang harus begitu” semalaman aku
tak tidur memikirkan gimana jadinya hidupku kedepan tanpa rico, belahan dan
separuh nafasku kini diambil orang, tak ada lagi yang tersisa.
***
Teruntuk kamu, hidup dan matiku
sudah delapan tahun lamanya aku mememdam
perasaan ini
tak pernah sedikitpun aku mengatakannya
padamu
aku tak tau lagi harus dengan kata apa
aku menulisnya
atau dengan kalimat apa untuk berbahagia
dengan hari bahagiamu
aku tak bisa berbohong, hari ini
matahariku sendu lebih sendu dari biasanya
langitku menangis, meraung meratapi
nasibku yang menunggu
untuk kesekian kalinya aku dipatahkan
oleh cinta
patahannya kini sudah menjadi milik orang
dan benar cinta masih berkuasa di atas
segalanya
Teruntuk kamu hidup dan matiku
Hari ini bibirku di paksa untuk tersenyum,
padahal sebenarnya tak mampu
kini kamu sudah menemukan pilihanmu
aku pasti mendoakan kalian akan bahagia
selamanya
Teruntuk kamu hidup dan matiku
Selamat menempuh hidup baru untuk lelaki
yang sangat aku cintai
***
Aku berjalan dengan hati yang lapang, meski sulit sekali
terlihat senyum kerelaan dibibirku, diperjalanan ibu memegang erat tanganku
tanda menguatkan. Dhea berangkat dengan tunangannya.
Di tempat yang katanya bahagia itu banyak sekali teman SMA
ku disana. Dimas, Bagas dan teman-teman lainnya turut hadir memberikan doa
restu untuk mereka.
perihal giring aku sudah tidak tahu lagi kabarnnya, karena
aku memutuskan untuk membrokir semua akunnya.
Akhir kata aku mengucapkan salam perpisahan pada rico juga
pada perempuan yang sekarang sudah sah menjadi istrinya. Mama nya rico
memelukku sangat erat sekali, menangis terharu.
Selamat berbahagia ric, Karin. semoga kalian bahagia, cepat
ngasih ponaan buat aku ya. Embun bening di kelopak mataku jatuh tetes demi
tetes.
-End-
Singgasana
Ternyaman
Banda
Aceh
26
September 2019
12:29
am
Terima Kasih agan-agan semuanya udah baca tulisan aku, semoga kalian suka, dan jangan lupa share link blog aku ke teman-teman kalian. komentar dan masukan dari kalian juga sangat aku tunggu.
postingan cerpen selanjutnya enak nya tentang apa nih? yuk vote di kolom komentar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar